Dalam suasana yang dingin, karena hujan lebat di kota Bandung saat itu, peserta silaturahi antara berbagai komponen dalam kepengurusan Kadin Jawa Barat, berlangsung dengan akrab dan penuh kehangatan. Dewan Pengurus, Dewan Kehormatan, Dewan Pertimbangan, lembaga2 / Badan Kadin Jawa Barat, dan Tokoh-tokoh Jabar, setidaknya 90 orang tokoh pengusaha, politik dan pendidikan asal Jabar, sepakat untuk bersama-sama memajukan perekonomian Jabar. Dalam acara silaturahmi yang diselenggarakan Kadin Jabar Jumat malam (8/5) di Hotel Holiday Inn, Bandung, hampir semua tokoh mengamini perlunya sinergi dari berbagai pihak, agar berbagai potensi ekonomi yang dimiliki Jabar bisa dioptimalkan pemanfaatannya.

“Sebetulnya tidak ada alasan untuk Jabar, untuk tidak berkembang perekonomiannya. Dari sisi jumlah anggaran yang disediakan pemerintah saja, perekonomian Jabar sebetulnya memilki stimulus yang luar biasa.  ” ujar Koordinator Panitia Anggaran Komisi X, DPR-RI, Tonny Aprilani, dalam sesi dialog di acara tersebut.

Dijelaskan, pada tahun 2009 jumlah alokasi APBN yang disalurkan ke Jabar nilainya mencapai Rp 38,5 trilyun, ditambah dengan APBD Jabar yang Rp 8.2 trilyun dan APBD dari 26 Kota/Kabupaten di Jabar, jumlah keseluruhannya hampir mncapai Rp 65 trilyun.

“”Saya kira Rp 65 trilyun dbandingkan dengan jumlah penduduk Jabar yang 42 juta jiwa, tidak ada alasan untuk tidak bisa mendongkrak perekonomian Jabar,” katanya.

Tonny mengharapkan agar Kadin bisa lebih aktif untuk  mengoptimalkan  pemanfaatan anggaran tersebut. Karena dari tahun ke tahun penggunaan anggaran selalu tidak bisa 100%. Dicontohkan pada tahun 2008, dari dana APBN yang disalurkan sebesar Rp 31 trilyun, sebesar 20% dikembalikan ke pusat.

“Ada dua kemungkinan memang, entah karena ketakutan oleh ketatnya pemeriksaan, atau memang kurang kreatif dalam program pembangunannya. Tapi yang jelas masih banyaknya anggaran yang tidak terserap, artinya banyak  peluang untuk lebih mensejahterakan masyarakat Jabar agak tersia-siakan,” katanya.

Sementara Wakil Ketua Dewan Penasehat Kadin Jabar, Syafik Umar mengharapkan agar pengurus Kadin Jabar saat ini bisa membuat berbagai program kerja yang efektif, sehingga membuat  potensi yang ada di Jabar tak hanya berhenti sekedar slogan saja.

“Baru-baru  dalam seminar di Jakarta, Jabar disebut-sebut sebagai masa depan bagi bisnis periklanan. Lucunya, lima tahun lalu dalam acara yang serupa, ungkapan yang sama  juga sempat dilontarkan. Tentunya bukan hal yang baik., jika dari tahun ke tahun hanya disebut sebagai masa depan tapi tidak pernah efektif,” katanya.

Sementara Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jabar, Iwan Dermawan Hanafie mengatakan hanya dengan cara bekerjasama,  Jabar bisa menangkap berbagai peluang untuk mengembangkan dirinya. Menurut dia selama ini berbagai proyek pembangunan yang besar, hampir selalu luput dari pengusaha Jabar, karena bekerja sendiri-sendiri.

“Saya sangat berharap ke depan, dengan berbekal semangat kebersamaan pada malam ini,  akan banyak pengusaha Jabar yang muncul di tingkat nasional,” kata Iwan, yang pada malam itu juga menyerahkan buku yang berisi daftar proyek-proyek besar 2009 kepada Kadin Jabar.

Sementara Ketua Kadin Jabar, Agung Suryamal Sutisno mengaku merasa terharu dan berterimakasih dengan semangat tokoh-tokoh Jabar untuk mendukung kinerja perekonomian. “Sejak malam ini saya menjadi lebih optimis, Kadin bisa berbuat sesuatu untuk peningkatan ekonomi Jabar,” katanya. (A-135)***