BANDUNG, (PRLM).-Jawa Barat mempromosikan dua puluh peluang investasi untuk ditawarkan di World Islamic Economic Forum (WIEF) yang dilangsungkan di Jakarta 1-4 Maret 2009. Kedua puluh peluang investasi itu meliputi projek infrastruktur, pengadaan air bersih, dan pengembangan produk dan jasa berbasis agro, dengan nilai total kurang lebih 3,5 miliar dolar AS.

“Ini peluang bagus untuk mempromosikan investasi di Jabar. Karena, negara-negara Islam merupakan negara yang relatif bisa bertahan terhadap krisis finansial global saat ini,” ujar Kepala Badan Koordinasi Promosi dan Penanaman Modal Daerah (BKPPMD) Jabar Iwa Karniwa, Selasa (3/3).

Dikatakan, projek infrastruktur ditawarkan Bandara Kertajati, tol Soroja (Soreang-Pasirkoja), tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan), dan pembangunan jalur kereta rel ganda Cicalengka-Tanjungsari-Kertajati dengan nilai investasi keseluruhan 3,36 miliar dolar AS.

Sedangkan untuk pengadaan air peluang investasi yang ditawarkan tujuh projek pengadaan air bersih yang berlokasi di Cirebon, Bekasi, Bandung, Sukabumi, dan Karawang, dengan nilai investasi keseluruhan 43,63 juta dolar AS.

Sementara untuk sektor pengembangan produk dan jasa berbasis pertanian ada delapan projek yang ditawarkan. Di antaranya perkebunan teh dan minyak atsiri, agrowisata, manufaktur, dan pengadaan energi melalui minihidro. Nilai investasi keseluruhan untuk sektor ini 90,2 juta dolar AS.

Menyinggung pola investasi, Iwa mengatakan, sesuai aturan yang berlaku, investasi asing dimungkinkan hanya jika dalam bentuk joint venture, bermitra dengan pengusaha lokal. Proporsi nilai investasinya variatif, bergantung pada kesepakatan investor asing dan investor lokalnya. Kecuali untuk sektor yang berbasis pertanian, sudah ditentukan porsinya bisa 30% lokal dan 70% asing.

“Nantinya jika memang investor asing berminat, akan dipertemukan langsung secara one on one atau business to business, antara pengusaha lokal dan calon investornya. Kami dari BKPPMD hanya menfasilitasi,” katanya.(A-135/A-50)***