You are currently browsing the monthly archive for March 2009.

Read the rest of this entry »

Pertemuan Asosiasi Produsen Pupuk Kecil Menengah Indonesia (APPKMI) dan Kadin Jawa Barat dengan PT Pusri (Persero) tgl 23 Maret kemarin berhasil menyepakati kemitraan 63.000 ton organik granul – yang diproduksi tahun 2009 oleh sekurangnya 15 UKM Pupuk di Jawa Barat di off taker seluruhnya PT Pusri. Lokasi produksi tersebar mulai Padallarang, Ciranjang, Cikembar Sukabumi, Ciamis, hingga Bekasi. Bahkan dalam pertemuan pembahasan kontrak itu dikemukakan juga data Bapenas ( 2008), kalau program pengembangan organik melalui subsidi pemerintah ( PSO) akan terus ditingkatkan masing-masing menjadi 1.050.000 ton ( 2009), 1.700.000 ( 2010), 2.300.000 ( 2011) dan 3.000.000 ( 2010).

Bagi suatu wilayah ( dhi Jawa Barat), realisasi kontrak itu tentu saja akan memberi manfaat berganda (multiplier effect) kepada masyarakat ( peternak, pengolah sampah jadi kompos, penambang mineral phosfat dan zeolit) karena bahan baku pembuatan pupuk organik granul adalah kotoran hewan (kohe, 40 %), kompos ( fermentasi sampah, 40 %) dan sisanya phosfat, zeolit, dolomit dan inokulan mikroba.

Namun, ditengah kegembiraan itu, APPKMI dan peserta forum tersebut memberi catatan akan masalah yang harus diwaspadai dan akan dihadapi adalah :

1. Data kompos dan kotoran hewan yang dilansir pemerintah ( Deptan) lebih berdasar populasi hewan, seolah besar- padahal pola peternakan tersebar dengan pemilikan kecil- kotorannya akan sulit dimobilisasi sebagai bahan baku,

2. Sumber kompos makin mahal akibat masih sulitnya sumber sampah organik ( di sumber penghasil, belum tercemar logam berat) sebagai bahan pembuatan kompos. Penghasil sampah organik ( pasar, restoran, hotel, dll) masih dipolakan membuang dengan cara tercampur dengan an-organik ke TPA.

Besarnya manfaat proyek pengembangan organik bagi kebersihan kota, pengembangan ternak dan pembukaan lapangan kerja serta peluang usaha, mengharuskan banyak pihak ikut berperan dalam upaya mensukseskannya.

Apa yang bisa dilakukan masing-masing pihak ? Ayo sampaikan untuk menjadi bahan awal kita melakukan koordinasi.

Sonson Garsoni

Produsen Kekurangan Kompos

BANDUNG, (PR).-
Produsen pupuk organik di Jabar sampai saat ini masih mengalami kekurangan kompos yang menjadi bahan baku utama pembuatan produk mereka. Sehingga banyak peluang pasar yang belum termanfaatkan, karena kesulitan meningkatkan produksi dengan jumlah kompos yang terbatas.

“Untuk menutupi kekurangan, banyak produsen pupuk organik yang membeli kompos dari Jateng. Tapi itu pun masih jauh dari cukup jika dibandingkan dengan pasar yang tersedia,” ujar Ketua Asosiasi Produsen Pupuk Kecil Menengah Indonesia (APPKMI) Jabar, Sonson Garsoni, Jumat (6/3).

Dikatakan, saat ini produksi pupuk organik di seluruh Jabar 529 ton per hari. Jumlah itu sebagian besar diserap oleh BUMN-BUMN yang menjadi pelaksana program subsidi pupuk pemerintah. Itu pun sebenarnya belum terpenuhi, karena kuota untuk Jabar kurang lebih 700 ton per hari.

Sebagian lainnya dijual ke perkebunan-perkebunan di luar pulau Jawa, terutama perkebunan di Sumatra dan Kalimantan. Selain itu pupuk organik Jabar juga diekspor ke Myanmar, Vietnam, Thailand, dan Jepang.

“Jumlah yang diekspor masih relatif kecil, kurang lebih 200 ton per bulan. Ini sudah berlangsung sejak dua tahun lalu. Peluang untuk eskpor ini masih sangat terbuka, karena dari waktu ke waktu permintaannya terus meningkat,” katanya.

Ditambahkan, penjualan ekspor sebetulnya tidak dilakukan secara sengaja. Karena awalnya dimaksudkan hanya sebagai jalan keluar, akibat minimnya daya serap pupuk organik di Jabar. Ternyata, pupuk organik kurang dilirik petani Jabar karena kalah pamor dengan pupuk anorganik, pupuk organik Jabar banyak diminati oleh petani-petani di negara tetangga.

“Pendeknya, pasar untuk pupuk organik Jabar sekarang ini lagi bagus-bagusnya. Sebaiknya ini bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk masyarakat Jabar, paling tidak dalam bisnis turunannya seperti kompos,” katanya. (A-135)***

kadin-gub1Mengikuti kunjungan rombongan Pengurus Kadin Jawa Barat berkunjung ke Gubernur Jawa Barat  di Gedung Pakuan dan ke Wakil Geburnur di Gedung Sate beberpa waktu yang lalu, kata yang tepat untuk melukiskan hasil-hasil yang diperoleh adalah posisi Kadin Jawa Barat dengan Mitra Kerjanya Pemerintah Dearah Propinsi Jawa Barat adalah sudah On The Right Track. Artinya, akan sejauh mana kita mencapai tujuan-tujuan yang ingin di capai itu, akan sangat tergantung dari keseriusan kedua belah pihak. Sikap Gubernur Ahmad Heriawan, begitu terbuka kepada usulan-usulan Kadin Jawa Barat pun Wagub Dede Yusuf bahkan menantang untuk terus menerus pro aktif melakukan pendekatan dengannya.

jetro

Read the rest of this entry »

dsc021961

 

 

dsc02186basit2

BANDUNG, (PRLM).-Jawa Barat mempromosikan dua puluh peluang investasi untuk ditawarkan di World Islamic Economic Forum (WIEF) yang dilangsungkan di Jakarta 1-4 Maret 2009. Kedua puluh peluang investasi itu meliputi projek infrastruktur, pengadaan air bersih, dan pengembangan produk dan jasa berbasis agro, dengan nilai total kurang lebih 3,5 miliar dolar AS.

“Ini peluang bagus untuk mempromosikan investasi di Jabar. Karena, negara-negara Islam merupakan negara yang relatif bisa bertahan terhadap krisis finansial global saat ini,” ujar Kepala Badan Koordinasi Promosi dan Penanaman Modal Daerah (BKPPMD) Jabar Iwa Karniwa, Selasa (3/3).

Dikatakan, projek infrastruktur ditawarkan Bandara Kertajati, tol Soroja (Soreang-Pasirkoja), tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan), dan pembangunan jalur kereta rel ganda Cicalengka-Tanjungsari-Kertajati dengan nilai investasi keseluruhan 3,36 miliar dolar AS.

Sedangkan untuk pengadaan air peluang investasi yang ditawarkan tujuh projek pengadaan air bersih yang berlokasi di Cirebon, Bekasi, Bandung, Sukabumi, dan Karawang, dengan nilai investasi keseluruhan 43,63 juta dolar AS.

Sementara untuk sektor pengembangan produk dan jasa berbasis pertanian ada delapan projek yang ditawarkan. Di antaranya perkebunan teh dan minyak atsiri, agrowisata, manufaktur, dan pengadaan energi melalui minihidro. Nilai investasi keseluruhan untuk sektor ini 90,2 juta dolar AS.

Menyinggung pola investasi, Iwa mengatakan, sesuai aturan yang berlaku, investasi asing dimungkinkan hanya jika dalam bentuk joint venture, bermitra dengan pengusaha lokal. Proporsi nilai investasinya variatif, bergantung pada kesepakatan investor asing dan investor lokalnya. Kecuali untuk sektor yang berbasis pertanian, sudah ditentukan porsinya bisa 30% lokal dan 70% asing.

“Nantinya jika memang investor asing berminat, akan dipertemukan langsung secara one on one atau business to business, antara pengusaha lokal dan calon investornya. Kami dari BKPPMD hanya menfasilitasi,” katanya.(A-135/A-50)***

30% net income reduced from capital investment amount for 6 (six) years period (equal to 5% per annum).Accelerated amortization & depreciation up to 10 years. 10% Income tax charged for overseas tax-payer on dividend bill or lower tariff according to the Double Taxation Agreement. Loss compensation with the period between 5 to 10 years with some specific stipulations.

  Investment Allowance (IA) : Corporate income tax base is deducted by 30% f investment realization.  Total 30% deduction is given in 6 years (5% deduction p.a).

 Illustration:
  Company X
  Investment Realization : US$ 1billion
  IA p.a. : 5% X US$ 1 billion = US$ 50 million
  IA is constantly given for 6 years: 6 X US$ 50 million = US$ 300 million

 10 years Losses carry forward

 Expedite depreciation

Land rights

1) Right to Cultivate (HGU) of 35 years and it can be extended for another 25 years

2) Right to Build (HGB) of 30 years and it can be extended for another 20 years

3) Right to Use (KP) up to 25 years and it can be extended for another 20 years

Immigration

Limited stay permit up to 2 years
Permanent stay permit (permanent resident status) shall be granted to expatriate who has been staying in Indonesia for 2 consecutive years
Multiple entry permit for a limited stay permit holder for 12 months or 24 months
Multiple entry permit for a permanent stay permit holder for 24 months

Read the rest of this entry »

agsjk1Tepatnya pukul 16.20 Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriawan memasuki ruangan VIP Bandara Husen Satranegara Bandung, menemui secara khsusus rengrengan Dewan Pengurus Kadin Jabar yang telah menunggunya. Wapres langsung mengambil microphone dan menjelaskan agenda yang sudah dilaksnakan dalam rangka kunjungan kerjanya ke Bandung. Setelah Wapres menyampaikan prolognya, baru kemudian Ketua Umum Kadin Jabar, Agung S.Sutisno menyampaikan kata sambutannya dan memperkenalkan satu spersatu rengrengan Dewan Pengurus Kadin Jabar yang hadir saat itu. ags-jk21

Dalam mengawali sambutannya Agung mengatakan; bahwa rengrengan Kadin Jawa Barat menyambut hangat atas pencalonan Moch.Jusuf Kalla untuk maju menjadi Calon Presiden RI yang akan datang. Selanjutnya, diuraikannya berbagai persoalan-persoalan dalam rangka pengembangan ekonomi Jawa Barat, yaitu pengembangan Pantai Selatan Jawa Barat, Pelabuhan Cirebom, Jalan Toll dan lain-lain yang bekaitan dengan infra struktur. Sementara Jajat Priatna Purwita, selaku Ketua Dewan Pertimbangan, juga mempertegas keinginan dunia usaha khususnya dalam rangka menurunkan tingkat suku bunga bank.

Laporan dan pertanyaan pertanyaan dari para wakil ketua, sepeti bidang  Pariwisata, Pertekstilan, dan UKM, pada prinsipnya Wapres menyambut baik dan menjadi agenda beliau dalam waktu dekat. Hal yang secara spontan merespon masalah yang disampaikan oleh Kadin Jawa Barat, adalah kesediaan Wapres Jusuf Kalla, mengucurkan anggaran sebesar Rp. 50 Milyar untuk perbaikan landasan run way Bandara Husen Satra Negera, bekaitan dengan meningkatkanya volume penerbangan Air Asia melayani rote Bandung KL dan Bandung Singapore mengangkut para tourist Malaysia dan Singapore ke Bandung.

Hadir dalam acara tersebut, juga ketua DPRD Jabar, Panglima Siliwangi, Kapolda Jawa Barat, Kajati dan pejabat-pejabat lain di ligkungan Pemda prop, Jabar. Usai pertemuan dengan  Kadin Jawa Barat, yang memakan waktu kurang lebih satu Jam, JK dan rombongan langsung kembali ke Jakarta menggunakan peswat khusus. Turut mendampingi Wapres, disamping Menteri HAM juga para Dirjen terkait.

 

 

Blog Stats

  • 21,385 hits
March 2009
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Top Clicks

  • None

Archives